Senin, 02 September 2013

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG POWER SUPPLY



Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Semoga media ini menjadikan wahana dalam menjalin serta merajutnya menjadi sebuah hamparan Silaturrahmi.

POWER SUPPLY (PENCATU DAYA)





Sebagai User memang kita tidak begitu memperhatikan hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan pernak-pernik keberadaan hardware, tetapi bagaimana kita dapat mengerjakan tugas rutin kita sehingga aktivitas serta kelancaran dalam mengerjakan jenis-jenis pekerjaan dengan bantuan media computer dapat berjalan sesuai dengan harapan.
Terkadang kita juga dipusingkan apabila alat kerja berupa perangkat computer tidak memberikan daya dukung yang maksimal kepada kita bahkan dapat membuat kita terlambat bahkan kesal karena tugas yang seharusnya selesai tepat waktu menjadi terbengkalai.
Penulis dalam kesempatan kali ini mencoba untuk sharring tentang salah satu perangkat keras yang eksistensinya tidak kalah dengan komponen lainnya yaitu “POWER SUPPLY” atau PENCATU DAYA, dan tentunya mohon maaf apabila banyak terdapat kekurangan dalam penyampaiannya.
Apabila kita lihat dari Kegunaan Power Supply pada Komputer keberadaan Power Supply ibarat sebuah jantung pada tubuh manusia. Seperti namanya power supply pada komputer digunakan untuk menyediakan dan mengalirkan arus listrik untuk komponen yang ada dalam CPU.
Tegangan yang di hasilkan oleh  power supply dipakai untuk menghidupkan komponen lain seperti harddisk, mainboard yang akan membaginya lagi kepada keyboard dan mouse serta piranti USB lainnya, cd-room.
Jika power supply yang digunakan kita di rumah adalah power supply bawaan casing, maka segera gantilah power supply tersebut. Sebagai pengetahuan power supply bawaan casing biasanya bukan power supply true power. Apabila memakai power supply bawaan casing ( non true power ) perangkat lain seperti hardisk, VGA, RAM, akan memiliki umur yang lebih pendek.
Sekarang ini power supply true power banyak macamnya. Harganya lumayan pas lah di kantong mulai harga 350ribu sudah mendapatkan power supply true 350watt.  Pilih lah power supply 80+ karna hal tersebut akan lebih menghemat listrik.
Untuk lebih mengenal tentang Power Supply ini, saya mencoba untuk memaparkan secara singkat tentang Pengertian, Macam-macam, Fungsi, Jenis, serta Cara Kerja dari Power Supply.

A.    PENGERTIAN PENCATU DAYA (POWER SUPPLY)
Pencatu Daya (Inggris: power supply) merupakan sebuah piranti elektronika yang berguna sebagai sumber daya untuk piranti lain, terutama daya listrik. Pada dasarnya pencatu daya bukanlah sebuah alat yang menghasilkan energi listrik saja, namun ada beberapa pencatu daya yang menghasilkan energi mekanik, dan energi yang lain. Atau ada juga yang memberikan penjelasan bahwa Power Supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan langsung kekomponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya motherboard, hardisk, kipas, dll. Input power supply berupa arus bolak-balik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power supply berupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.


B.     MACAM-MACAM PENCATU DAYA LISTRIK  (POWER SUPPLY ELECTRIC)
Secara garis besar, pencatu daya listrik dibagi menjadi dua macam, yaitu pencatu daya tak distabilkan dan pencatu daya distabilkan.
1.      Pencatu Daya Tak Distabilkan
Pencatu daya tak distabilkan merupakan jenis pencatu daya yang paling sederhana. Pada pencatu daya jenis ini, tegangan maaupun arus keluaran dari pencatu daya tidak distabilkan, sehingga berubah-ubah sesuai keadaan tegangan masukan dan beban pada keluaran. Pencatu daya jenis ini biasanya digunakan pada peranti elektronika sederhana yang tidak sensitif akan perubahan tegangan. Pencatu jenis ini juga banyak digunakan pada penguat daya tinggi untuk mengkompensasi lonjakan tegangan keluaran pada penguat.

2.      Pencatu Daya Distabilkan

Pencatu daya distabilkan pencatu jenis ini menggunakan suatu mekanisme loloh balik untuk menstabilkan tegangan keluarannya, bebas dari variasi tegangan masukan, beban keluaran, maupun dengung. Ada dua jenis kalang yang digunakan untuk menstabilkan tegangan keluaran, antara lain:
a.       Pencatu daya linier, merupakan jenis pencatu daya yang umum digunakan. Cara kerja dari pencatu daya ini adalah mengubah tegangan AC menjadi tegangan AC lain yang lebih kecil dengan bantuan Transformator. Tegangan ini kemudian disearahkan dengan menggunakan rangkaian penyearah tegangan, dan di bagian akhir ditambahkan kondensator sebagai penghalus tegangan sehingga tegangan DC yang dihasilkan oleh pencatu daya jenis ini tidak terlalu bergelombang. Selain menggunakan diode sebagai penyearah, rangkaian lain dari jenis ini dapat menggunakan regulator tegangan linier sehingga tegangan yang dihasilkan lebih baik daripada rangkaian yang menggunakan diode. Pencatu daya jenis ini biasanya dapat menghasilkan tegangan DC yang bervariasi antara 0 - 60 Volt dengan arus antara 0 - 10 Ampere.
b.       Pencatu daya Sakelar, pencatu daya jenis ini menggunakan metode yang berbeda dengan pencatu daya linier. Pada jenis ini, tegangan AC yang masuk ke dalam rangkaian langsung disearahkan oleh rangkaian penyearah tanpa menggunakan bantuan transformer. Cara menyearahkan tegangan tersebut adalah dengan menggunakan frekuensi tinggi antara 10KHz hingga 1MHz, dimana frekuensi ini jauh lebih tinggi daripada frekuensi AC yang sekitar 50Hz.

Pada pencatu daya sakelar biasanya diberikan rangkaian umpan balik agar tegangan dan arus yang keluar dari rangkaian ini dapat dikontrol dengan baik.

C.    Fungsi dan Manfaat Power Supply
Pada dasarnya, fungsi utama daya yang diubah menjadi listrik arus bolak-balik (AC) yang. Dari daya yang tersedia (di Indonesia, PLN) Sebuah arus searah listrik (DC) dari komponen yang diperlukan di PC. Termasuk satu daya dari konversi stopkontak. Power Conversion sendiri terdiri dari tiga jenis: AC / DC power supply, DC / DC converter dan DC / AC inverter. Power supply untuk PC sering disebut sebagai PSU (power supply unit). PSU listrik konversi termasuk AC / DC. Power supply diharapkan dapat melakukan fungsi-fungsi berikut:
Sejak konversi dari AC ke listrik DC ke DC arus / tegangan listrik yang diperlukan untuk menghasilkan daya DC merata untuk mengontrol arus / tegangan listrik tetap terjaga, tapi itu tergantung pada arus beban dan perubahan toleransi kenaikan suhu kerja perubahan tegangan daya input supply dan mencegah peningkatan tegangan (jika itu terjadi).
Power Supply sama pentingnya dengan kehidupan dukungan komputer di rumah Anda. Power supply, sehingga tubuh, seperti penyediaan jantung manusia. Power adalah komponen untuk pasokan dan aliran arus listrik untuk komponen lain dalam CPU. Listrik di rumah, adalah bahwa komputer Anda terhubung ke power supply, maka pasokan powes arus listrik berkurang dan dibagi jumlah 220Volt ke komponen lainnya. Tegangan rata-rata antara 5-12 volt power supply dihasilkan dan digunakan untuk menghidupkan komponen lain seperti hard drive, motherboard, yang selanjutnya dibagi dengan keyboard dan mouse dan perangkat USB lainnya, CD-kamar. Power telah menjadi paket dengan kasus komputer ketika Anda membeli komputer dengan kekuatan rata-rata 350 watt. Stres yang besar adalah cukup untuk kebutuhan komputer saat ini (persyaratan standar).
Jika perangkat lain yang terhubung ke komputer lebih dan lebih, dibutuhkan kekuatan yang lebih kuat. Komponen lain, seperti high-end kartu grafis, jumlah hard drive dan CD-kamar lebih dari satu. Tentu saja, jumlah tersebut akan dibutuhkan untuk daya yang lebih besar. Jadi dibutuhkan power supply, yang memiliki kekuatan lebih. Jumlah daya power supply saat ini dari 350 watt menjadi 650 watt, dan kekuatan yang lebih besar daripada harga yang lebih mahal. Untuk harga power supply standar dari 70.000 sampai 200.000 dolar, dan untuk catu daya rentang TruePower dari 450 ribu hingga lebih dari $ 1 juta. Biasanya, daya power supply benar untuk game berat, overclocking, atau grafis diperlukan alat tambahan yang banyak dibutuhkan pada komputer Anda.

D.    Jenis-jenis Power Supply

1.      Power Supply jenis AT
Power supply yang memiliki kabel power yang dihubungkan ke motherboard terpisah menjadi dua konektor power (P8 dan P9). Kabel yang berwarna hitam dari konektor P8 dan P9 harus bertemu di tengah jika disatukan.
Pada power supply jenis AT ini, tombol ON/OFF dihubungkan langsung pada tombol casing. Untuk menghidupkan dan mematikan komputer, kita harus menekan tombol power yang ada pada bagian depan casing. Power supply jenis AT ini hanya digunakan sebatas pada era komputer pentium II. Pada era pentium III keatas atau hingga sekarang, sudah tidak ada komputer yang menggunakan Power supply jenis AT.
Ciri utama
Ø  Tombol on/off bersifat manual
Ø  Ketika Shutdown, untuk mematikan mesti menekan tombol CPU
Ø  Kabel daya ke motherboard terdiri atas 2 x 6 pin
Ø  Daya rata-rata di bawah 250Watt

2.       Power Supply jenis ATX
Power Supply ATX (Advanced Technology Extended) adalah jenis power supply jenis terbaru dan paling banyak digunakan saat ini. Perbedaan yang mendasar pada PSU jenis AT dan ATX yaitu pada tombol powernya, jika power supply AT menggunakan Switch dan ATX menggunakan tombol untuk mengirikan sinyal ke motherboard seperti tombol power pada keyboard.
Ciri utama
Ø  Terdiri atas satu set kabel supply ke motherboard yang berjumlah : 20pin atau 20pin + 4pin 24pin + 4pin atau 24pin + 8pin
Ø  Ketika shutdown otomatis CPU mati
Ø  Ada konnector tambahan power SATA (PSU terkini)
Ø  Daya lebih besar untuk memenuhi standar komputasi masa kini
Ø  Efisiensi lebih baik

E.     Cara kerja Power Supply
Ketika kita menekan tombol power pada casing, yang terjadi adalah langkah berikut.
Power supply akan melakukan cek dan tes sebelum membiarkan sistem start. Jika tes telah sukses, power supply mengirim sinyal khusus pada motherboard, yang di sebut power good. Berdasarkan jenis konektor, power supply dibedakan menjadi enam yaitu.
1. Konektor 20/24 pin ATX Motherboard.
Digunakan untuk mensuplly tegangan ke motherboard. Pada Motherboard versi lama digunakan Konektor ATX 20 pin, sedangkan Motherboard yang sekarang / terbaru sudah menggunakan konektor ATX yang 24 pin. Untuk konektor ATX 24 pin pada dasarnya merupakan konektor ATX 20 pin ditambah dengan konektor 4 pin, sehingga kedua konektor ini bisa digabungkan atau dilepas sesuai dengan motherboard yang kita pakai.
2. ATX 4 pin connector
Digunakan sebagai penyedia supply tegangan untuk Processor kelas Intel Pentium IV. Jadi pada Pentium 4 kebawah, konektor ini tidak perlu digunakan.
3. 4 Pin Peripherial Power Connector / Molex Connector
Digunakan sebagai supply tegangan untuk berbagai hardware seperti Hardisk IDE, CD ROM Drive dan Kipas Casing komputer.
4. SATA Power Connector
Digunakan untuk mensupply tegangan untuk komponen hardware yang menggunakan interface SATA seperti Hardisk SATA dan CD/DVD ROM SATA.
5. Floppy Drive Connector / Berg Connector
Konektor ini khusus digunakan untuk Floppy Drive atau pun external audio card. Karena penggunaan Floopy Drive sekarang sangat jarang, maka konektor ini jarang digunakan.
6. 6 pin PCI-E connector
Konektor ini digunakan untuk memberikan tegangan pada yang terdapat pada beberapa graphic Card yang menggunakan slot PCI Express.

Artikel ini masih belum sempurna apabila dijadikan sebagai Pedoman, sehingga penulis menyarankan kiranya para pembaca untuk lebih menggali lagi pengetahuan tentang perangkat ini, namun demikian mudah-mudahan tulisan sederhana ini dapat membantu memberikan pengertian secara mudah dan cepat untuk dipahami.

Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar