DAYA DUKUNG INTERNET TERHADAP OPTIMALISASI KINERJA
GURU
Melihat
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat begitu pesat,
sehingga segala berita dan informai sehingga dalam menyikapi kemajuan teknologi
tersebut Sangat penting sekali. Guru yang tidak bisa menggunakan internet maka
cepat atau lambat akan tertinggal. Berikut saya mencoba untuk sedikit mengulas
tentang daya dukung internet terhadap Optimalisasi Kinerja Guru sehingga
keberadaan internet dapat memberikan bagi guru dalam menunjang kinerja dan
produktivitas sebagai seorang profesinal,yaitu sebagai
berikut.
1. Mengupdate berita maupun perkembangan dunia
pendidikan
Setiap hari selalu ada berita terbaru terkait dunia
pendidikan seperti program sertifikasi guru, dana bantuan sekolah dan
sebagainya. Semakin banyak informasi yang didapat maka semakin besar peluang
untuk mendapatkan program-program tersebut.
2. Menjalin komunikasi dengan guru yang lokasi
jauh
Seringkali hambatan jarak menjadi penghalang utama dalam
menjalin komunikasi dengan guru lain yang lokasinya sangat jauh. Padahal
komunikasi penting sekali untuk bertukar pikiran dan ide. Dengan internet,
jarak yang jauh tidak lagi menjadi hambatan.
3. Mengakses materi dan bahan ajar pelajaran
sekolah
Materi pelajaran yang hanya menggunakan referensi yang sama
dari tahun ke tahun tentu akan membosankan bagi siswa. Sementara guru yang
selalu mengupdate materi lebih disukai siswa sebab materinya selalu ada yang
baru sehingga siswa menjadi tertarik dan antusias.
4. Ajang forum diskusi yang berkaitan dengan
dunia pendidikan
Forum diskusi tidak harus dilakukan melalui pertemuam.
Selain menghabiskan biaya, pasti akan banyak tenaga dan waktu yang terbuang.
Alangkah baiknya guru mulai memanfaatkan internet sebagai ajang diskusi untuk
meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM.
5. Kemudahan dalam memberikan maupun mengumpulkan
tugas dari siswa.
Dengan internet, guru tidak harus memberikan tugas dalam
bentuk PR. Namun gurt bisa mengupload tugas yang diberikan di blog atau website
yang bisa diakses oleh siswa. Atau guru bisa menyuruh muridnya mengumpulkan
tugas melalui email.
Banyak sekali manfaat yang bisa
diperoleh guru dari internet. Tunggu apalagi, sudah saatnya guru melek internet
demi kemajuan dunia pendidikan.
Perkembangan teknologi komunikasi dan
informasi yang sangat pesat telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan
manusia. Sampai saat ini, menurut TofFler, perkembangan tersebut telah mencapai
gelombang yang ketiga. Gelombang pertama timbul dalam bentuk teknologi
pertanian, dimana era pertanian ini telah berlangsung selama ratusan ribu tahun
yang lalu bahkan sampai sekarang. Gelombang kedua timbul dalam bentuk teknologi
industri, era industri ini telah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu sampai
sekarang. Kini, gelombang ketiga yang ditandai dengan pesatnya perkembangan
teknologi elektronika dan informatika. Perubahan dari era industri ke era
informasi (global) ini hanya berlangsung dalam hitungan waktu tidak lebih dari
setengah abad (Dryden dan Voss, 1999).
Pemanfaatan
teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilaksanakan dalam
berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan. Fungsi teknologi
informasi dan Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan
sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi
teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah
siap menanti untuk dimanfaatkan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada
kondisi riil, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan nantinya
berfungsi sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan,
standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan
sebagai infrastruktur pendidikan
PEMANFAATAN
INTERNET UNTUK PENDIDIKAN
Ada
berbagai tren yang berkembang dalam pemanfaatan Internet khususnya dalam
konteks sekolah, tentunya dengan memperhatikan ketersediaan dan kemudahan akses
sumber belajar online. Berikut ini adalah tren yang berkembang tentang manfaat
untuk pendidikan.
1.
Secara umum, pengintegrasian secara
penuh Internet kedalam pendidikan masih sangat terbatas. Multimedia interaktif
atau hypermedia belumlah dimanfaatkan secara meluas. Aktivitas Online melibatkan internet dan intranet
lebih banyak digunakan untuk keperluan komunikasi daripada sarana pendidikan
interaktif.
2.
Model pembelajaran campuran yang
baru mulai muncul. Pembelajaran tatap muka dan aktivitas belajar online, video,
multimedia dan sarana telekomunikasi menunjang berbagai proses pembelajaran,
kadangkala dalam bentuk kombinasi dan kadangkala dalam bentuk yang lebih
terintegrasi.
3.
Pendidikan jarak jauh sekarang
disajikan dalam dua cara yaitu synchronous mode di mana peserta menggunakan Internet
untuk berkomunikasi pada waktu yang bersamaan dan asynchronous mode di mana para peserta belajar atau berkomunikasi
secara mandiri pada waktu yang berbeda kapan saja mereka online (anytime-anywhere learning). Dalam
kenyataannya pertemuan tatap muka atau interakasi (synchronous) masih diperlukan untuk menunjang belajar mandiri dan
asynchronous agar belajar dapat lebih efektif. Internet memfasilitasi interaksi
tingkat tinggi antara siswa, guru, dan materi pembelajaran berbasis komputer.
Komunikasi dapat dinamis dan bervariasi sesuai keinginan siswa dan guru, dan ia
dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti e-mail, mailing list, chat,
bulletin board, and konferensi komputer.
4.
Internet sudah menjadi suatu daya
penggerak perubahan bidang pendidikan dan mereka adalah suatu bagian integratif
dari kebijakan dan rencana pendidikan nasional. Bukti yang berkembang
menunjukkan semakin banyak negara yang mulai melengkapi sekolah mereka dengan
komputer untuk mencapai reformasi sekolah atau usaha peningkatan sekolah atau bahkan
untuk memberi sekolah mereka suatu penampilan modern dan bertenologi.
Bagaimanapun, dalam posisi ini banyak pendidik yang melihat teknologi online
sebagai suatu jalan untuk pengajaran, pelajaran, dan praktek penguasaan baru,
hanya mempunyai sedikit informasi tentang potensi dan penggunaan otenInternet dari
ICT dalam pendidikan. Pengalaman menunjukkan bahwa pengenalan tentang teknologi
di sekolah mengalami tiga fasa, yakni suatu tahap penggantian di mana praktek
tradisional masih terjadi tetapi teknologi baru digunakan; suatu tahap transisi
di mana praktek baru mulai muncul dan praktek lama dipertanyakan; dan suatu
tahap transformasi di mana teknologi memungkinkan praktek baru dan praktek lama
menjadi usang. Jika pendidik meminta dengan tegas atas penggunapan Internet sebagai
pengganti praktek yang ada, mereka tidak dapat berperan untuk memecahkan
permasalahan di bidang pendidikan yang saat ini mereka temui.
5.
Pengenalan Internet di sekolah telah
membawa suatu sikap yang lebih positif terhadap sekolah pada diri siswa. Karena
Internet dan belajar berbasis web menawarkan keaneka ragaman yang lebih besar
dari tujuan, proyek, aktivitas, dan latihan dalam pembelajaran dibanding kelas
tradisional, minat dan motivasi siswapun meningkat secara nyata. Para guru dan
siswa terangsang karena pengajaran menjadi lebih dinamis yang memperluas visi
mereka seperti halnya akses ke bahan belajar dan perangkat lunak bidang
pendidikan yang bermutu tinggi. Lebih dari itu, para guru kelihatannya
termotivasi untuk mengajar dengan lebih kreatif. Portal pembelajaran
menghubungkan para guru kepada sejumlah racangan pelajaran, panduan guru, dan
soal-soal latihan siswa yang ditempatkan di Internet oleh institusi pemerintah,
LSM, dan institusi pendidikan.
6.
Kelas online cenderung untuk menjadi
lebih sukses jika Internet dikombinasikan dengan suatu ilmu pendidikan yang
tepat. Gelanggang pendidikan dari pembelajaran online masih sangat muda. Saat
banyak institusi yang menawarkan kursus online, pemahaman mendalam tentang isu
pedagogis yang berhubungan dengan pendidikan online masih belum diselidiki
secara mendalam. Banyak kursus online yang hanya halaman web dikombinasikan
dengan e-mail dan ruangan chatting tanpa landasan pedagogis.
Pengalaman-pengalaman sukses menunjukkan bahwa telah ada suatu penurunan dari
aktivitas dipandu guru seperti halnya penurunan jumlah pembelajaran tatap muka
dan bergerak ke arah aktivitas yang berbentuk proyek dan pembelajaran mandiri
sebagai hasil pemanfaatan TIK.
7.
Pembelajaran online memungkinkan
siswa mempunyai kendali lebih besar terhadap kegiatan dan isi pembelajaran.
Lingkungan online mennempatkan siswa di tengah-tengah pengalaman belajar. Pada
pembelajaran tradisional, pengulangan digunakan berkali-kali dengan
memperkenalkan informasi yang sangat serupa dalam format berbeda atau dengan menanyakan
pertanyaan yang sama dengan cara yang berbeda. Padahal banyak siswa tidak suka
latihan yang berulang-ulang. Internet mendorong siswa untuk menggali informasi
dan contoh praktis. Hypermedia dan multimedia memudahkan pendekatan yang belum
pernah terjadi pada pembelajaran tradisional. Internet mempromosikan suatu
alternatif jenis belajar dengan melakukan (learning by doing) di manapara siswa
diminta untuk melakukan proyek yang berhubungan dengan situasi hidup nyata.
Teknologi menyampaikan informasi dengan penekanan pada penciptaan dan explorasi
aktif terhadap pengetahuan dibandingkan transfer informasi searah, yang
memungkinkan siswa tersebut untuk menggunakan secara penuh kemampuan kognitif
mereka sendiri.
8.
Corak interaktif sumber belajar
memungkinkan siswa untuk terus meningkatkan keterlibatannya dengan pengembangan
isi dan dengan demikian berperan dalam suatu situasi belajar yang lebih
otentik. Sebagai contoh, para siswa dapat mengakses perpustakaan maya di
seluruh dunia. Dengan demikian mereka mempunyai akses ke sejumlah besar
informasi dan sumber belajar yang luas yang tidak dapat dicapai dalam seting
pembelajaran yang tunggal. Sejauh yang terkait dengan guru, sejumlah besar
sumber belajar yang diletakkan di Internet telah membantu guru dalam menghadapi
tantangan mengajar sehari-hari. Para guru dapat saling betukar rencangan
pembelajaran, teknik pedagogis, dan strategi yang berhubungan dengan isu-isu
dan permasalahan umum.
9.
Pembelajaran online menyediakan
perkakas teknis yang membuat belajar lebih mudah. Sebagai contoh, bahasa yang
digunakan untuk mencari informasi dan bahan belajar adalah segera dan intuitif.
Bahasa tersebut tidaklah harus dipelajari oleh pemakai dan dapat diadopsi
dengan usaha minimal. Tatabahasa Dan sintaksis dasar dapat digunakan sebagai
instrumen untuk mencari dan memperoleh informasi. Pengintegrasian komunikasi
dan authoring tools, bersama dengan alat penghubung clickto-connect telah
berhasil dengan mantap mempermudah proses mengecek email, mengakses data, dan
pengaturan atas koneksi konferensi komputer. Teknologi simulasi tau visualisasi
dapat membantu siswa untuk belajar sistem yang kompleks dengan cara yang lebih
kongkrit. Komunikasi percakapan berbasis komputer (Computer Mediated Chatting = CMC) dan bulletin board dapat
melengkapi pertemuan tatap muka.
10. Pendidikan dan pelatihan guru sekarang meliputi pembelajaran
kolaboratif dan just-intime. Internet membuka suatu dunia yang utuh dari
belajar sepanjang hayat melalui pendidikan jarakjauh, pembelajaran
asynchronous, dan pelatihan atas permintaan. Internet cukup fleksibel untuk
memperkenalkan kursus baru sebagai jawaban langsung atas permintaan yang
semakin meningkat.
11. Internet membantu memecahkan isolasi profesional yang banyak
diderita para guru. Dengan TIK, mereka dapat dengan mudah berhubungan dengan
para profesional lain, rekan kerja, penasihat, universitas dan pusat keahlian,
dan dengan sumber belajar. Para guru kini menerbitkan bahan belajar yang mereka
kembangkan di Internet dan berbagi pengalaman mengajar mereka dengan guru
lainnya.
12. Penggunaan jaringan komputer untuk mempromosikan aktivitas
belajar berkelompok menjadi semakin lebih populer. Teknologi komputer dalam pendidikan
bergerak dari belajar mandiri ke metode belajar jarak jauh berkelompok. Dengan
menggunaan perangkat komunikasi berbasis komputer dan kelompok belajar berbasis
web, siswa dapat menerapkan pengetahuan yang dimiliknya dengan mengkombinasikan
usaha mereka untuk mengembangkan suatu aktivitas atau proyek. Belajar koperatif
melalui komputer mempunyai efek positif atas kinerja tugas kelompok, prestasi
individu, dan sikap terhadap belajar kolaboratif.
13. Universitas sedang memasuki fase kemitraan dengan sektor
swasta, terutama sekali industri teknologi informasi, dalam rangka membantu
menjaga kelangsungan hidup operasi dan keuangan dari program pendidikan
berbasis TIK. Semakin banyak sekolah menyadari bahwa berhubungan dengan sektor
bisnis tidak akan mengancam sistem persekolahan. Yang lain melihat suatu
keuntungan dalam capitalising atas produk dan jasa pendidikan mereka.
Persekutuan belajar di penyampaian produk dapat menawarkan berbagai manfaat,
seperti pengurangan biaya-biaya pengembangan latihan, berbagi biaya-biaya
penelitian dan pengembangan yang bersama, atau berbagi database dan isi
perpustakaan.
14. Internet meningkatkan fungsi perpustakaan dan mengubah peran
pustakawan secara hakiki. Sekolah tidak perlu melanjutkan penderitaan atas
kelangkaan pendukung perpustakaan dengan memanfaatkan sumber belajar yang kaya
yang tersedia di Internet.
UPAYA
PEMBERDAYAAN INTERNET UNTUK PENDIDIKAN
Saat ini dunia telah berada dalam era komunikasi instan atau
dikenal pula sebagai era informasi. Era informasi ditandai oleh pesatnya perkembangan
dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), khususnya komputer dan
internet. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu bahkan
berjuta jaringan komputer (local/wide areal network) termasuk komputer
pribadi (stand alone), yang memungkinkan setiap komputer yang terhubung kepadanya
bisa saling melakukan komunikasi satu sama lain. Sebenarnya, internet awalnya
lahir untuk suatu keperluan militer di Amerika Serikat. Pada awal tahun 1969 Advanced
Research ProjectAgency (ARPA) dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat,
membuat suatu eksperimen jaringan yang diberi namaARPAnet untuk mendukung
keperluan penelitian (riset) kalangan militer. Tetapi dalam perkembangan
selanjutnya jaringan ini dipergunakan untuk keperluan riset perguruan tinggi,
yang dimulai dengan University of
California, Stanford Research
Institute dan University of Utah
(Cronin, 1996). Fasilitas aplikasi Internet cukup banyak sehingga mampu
memberikan dukungan bagi keperluan militer, kalangan media massa, kalangan
bisnis, maupun kalangan pendidikan.
Dalam
kaitan pemanfaatannya untuk pendidikan, Ashby (1972) seperti dikutip oleh
Miarso (2004), menyatakan bahwa dunia pendidikan telah memasuki revolusinya
yang kelima. Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan
anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika digunakannya tulisan
untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan
ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui
media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik
seperti radio dan televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi
kelima, seperti saat ini, dengan dimanfaatkannya teknologi komunikasi dan
informasi mutakhir, khususnya komputer dan internet untuk pendidikan. Revolusi
ini memberi dampak terhadap beberapa kecenderungan pendidikan masa depan.
Beberapa ciri tersebut, menurut Ashby seperti dikutip oleh Miarso (2004) adalah
sebagai berikut:
1.
Berkembangnya pembelajaran di luar
kampus sebagai bentuk pendidikan berkelanjutan.
2.
Orang memperoleh akses lebih besar
dari berbagai sumber belajar.
3.
Perpustakaan sebagai pusat sumber
belajar menjadi ciri dominant dalam kampus.
4.
Bangunan kampus berserak (tersebar)
dari kampus inti di pusat dengan kampus satelit yang ada di tengah masyarakat.
5.
Tumbuhnya profesi baru dalam dalam
bidang media dan teknologi.
6.
Tuntutan terhadap lebih banyak
belajar mandiri.
Kecenderungan
lain, seperti diungkapkan oleh Ryan et al (2000) adalah sebagai berikut:
1. Teknologi yang ada saat ini dapat mentransformasi cara
pengetahuan dikemas, disebarkan, diakses, diperoleh dan diukur. Sehingga
merubah cara produksi dan penyampaian materi dari cetak dan analog ke dalam
bentuk digital dalam bentuk DVD, CD-ROM, maupun bahan belajar on-line berbasis
web lainnya.
2. Orang akan lebih memilih metode belajar yang lebih luwes (flexible), mudah, dan sesuai dengan
kebutuhan dan kondisinya masing-masing. Sehingga memicu terjadinya pergeseran
pola pendidikan dari tatap muka (konvensional)
kearah pendidikan yang lebih terbuka. Dengan adanya teknologi internet ini
sistem penyampaian dan komunikasi (delivery
system and communication) antara
siswa dengan guru, guru dengan guru atau siswa dengan siswa dapat dilakukan
dengan berbagai bentuk dan cara, baik secara bersamaan (synchronous) maupun (asynchronous).
Beberapa bentuk komunikasi yang dapat dilakukan antara lain adalah sebagai
berikut (Purbo, 1997):
3. Dialog elektronik (chatting);
dialog elektronik adalah percakapan berbasis teks yang dapat dilakukan secara
online dalam waktu bersamaan (synchronous) antara dua atau lebih pengguna
internet. Contoh aplikasi dalam konteks pendidikan tinggi, dialog elektronik
dapat digunakan untuk proses komunikasi antara dosen dengan beberapa orang
mahasiswanya dalam mendiskusikan suatu topik perkuliahan tertentu.
4. Surat elektronik (e-mail);
surat elektronik merupakan suatu bentuk komunikasi tidak bersamaan (asynchronous) yang memungkinkan
terjadinya komunikasi antara mahasiswa dengan dosen atau mahasiswa dengan
mahasiswa lain melalui surat yang disampaikan secara elektronik melalui
internet. Berbeda dengan chatting,
dengan cara ini umpan balik yang diperoleh mungkin tertunda.
5. Konferensi kelompok melalui surat elektronik (mailing list); Mailing list merupakan perluasan dari e-mail dimana seseorang dapat mengirim pesan kepada sekelompok orang
tertentu yang telah terdaftar untuk bergabung dalam kelompok diskusi. Sebagai
contoh, seorang dosen memiliki daftar mahasiswa yang tergabung dalam kelompok
mata kuliah tertentu. Pemberian tugas dan diskusi dapat dilakukan melalui
fasilitas seperti ini.
6. Konferensi jarak jauh (teleconference);
konferensi jarak jauh dapat berupa konferensi audio maupun konferensi video.
Kedua konferensi ini dapat dilakukan dengan cara "point to point" atau "multi
point". Cara pertama dilakukan
dalam dua tempat. Sedangkan cara kedua dilakukan dalam lebih dari dua tempat.
Sebagai contoh, seorang guru dari sekolah tertentu dapat mendiskusikan suatu
topik tertentu kepada siswa di beberapa sekolah lain dalam waktu bersamaan.
Banyak sekali manfaat internet yaitu kita bisa
mendapatkan informasi ataupun ilmu yang jarang kita dapatkan di dalam kelas,
dengan menggunakan internet kita bisa mendapatkan informasi tersebut secara
cepat. Informasi yang tadinya mungkin susah didapat sekarang menjadi lebih
mudah dengan adanya fasilitas Searh Engines atau mesin
pencari dalam internet, artinya kita bisa mencari segala informasi yang kita
perlukan yang bisa berupa data, file, musik, gambar ataupun film. Bahkan dengan
internet pun sekarang kita bisa berbelanja atau yang biasa disebut berbelanja
online. Berbelanja atau membeli sesuatu secara instant dan cepat melalui
internet pun sekarang sudah semakin mudah karena sekarang telah banyak
bermunculan toko toko online dari dalam negeri ataupun luar negeri. Kita
tinggal memilih barang yang kita inginkan dan membayarnya via kartu kredit dan
keesokan harinya barang tersebut sudah
kita dapatkan didepan pintu rumah kita. Kita pun bisa berkomunikasi dari
dan dimana saja secara diseluruh dunia dengan waktu singkat dengan menggunakan
fasilitas chat, misalnya mIRC, yahoo messenger, dan sebagainya. Melalu internet
pun kita bisa menyalurkan hobi kita nge-game.
Kita bisa bermain di game-game online yang bisa di download ataupun ikutan
game online di warung internet. Dari game online ini kita bisa bermain massa
dengan gamers yang juga sedang bermain game online dengan satu web dengan kita. Meskipun besar manfaat internet bagi dunia
pendidikan, namun kita juga harus ingat bahwa setiap kemajuan teknologi hampir
pasti selalu memunculkan dampak negatif bagi masyarakat. Apalagi , untuk
anak-anak usia sekolah sangat "mudah tergoda" dengan hal-hal yang
buruk. Sehingga sangat disarankan, penggunaan media internet dalam dunia
pendidikan harus dilakukan dengan cara bijaksana. Dalam hal ini, orang dewasa (orangtua,
Guru/pendidik, Pemerintah harus punya komitmen yang sangat kuat untuk
melindungi anak-anak dari pengaruh negatif penggunaan internet.












